Fiqih Qurban dan Keutamaannya

Keutamaan qurban merupakan salah satu topik penting dalam ajaran Islam yang perlu dipahami oleh setiap Muslim.

Keutamaan Qurban dan Fiqihnya: Panduan Lengkap

Pengantar

Keutamaan qurban merupakan salah satu topik penting dalam ajaran Islam yang perlu dipahami oleh setiap Muslim. Ibadah qurban dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu pada waktu yang telah ditentukan dalam kalender Islam, yaitu pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Ibadah qurban memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi karena mengandung pesan pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang keutamaan qurban, fiqih yang mengatur pelaksanaannya, serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Diharapkan pembaca dapat memahami secara komprehensif mengenai qurban dan termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Pengertian Keutamaan Qurban

Secara etimologi, qurban berasal dari kata “qaraba” yang berarti mendekatkan diri. Dalam konteks ibadah, qurban adalah tindakan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta. Qurban dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT serta mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT.

Secara terminologi, qurban merupakan ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak pada waktu tertentu sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ibadah ini tidak hanya mencerminkan ketaatan, tetapi juga mengandung dimensi sosial yang kuat, yaitu berbagi daging qurban kepada mereka yang membutuhkan.

Sejarah Qurban

Sejarah qurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dalam Al-Qur’an, kisah ini diabadikan sebagai salah satu peristiwa penting yang mengajarkan umat Muslim tentang ketaatan dan pengorbanan. Nabi Ibrahim AS menerima perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim AS tetap bersedia melaksanakannya sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah SWT.

Namun, saat Nabi Ibrahim AS hendak menyembelih putranya, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi dasar dari pelaksanaan ibadah qurban yang kemudian diikuti oleh umat Muslim setiap tahunnya pada Hari Raya Idul Adha. Qurban bukan hanya mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tetapi juga sebagai bentuk implementasi dari nilai-nilai ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Baca Juga : https://ziswap.com/fiqih-qurban-dalam-sejarah-islam/

Dasar Hukum Qurban

Pelaksanaan qurban didasarkan pada dalil-dalil syar’i yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Dalam Al-Qur’an, perintah qurban terdapat dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Selain itu, terdapat beberapa ayat lain yang menekankan pentingnya ibadah qurban, seperti dalam Surah Al-Hajj ayat 34: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.”

Selain Al-Qur’an, hadis-hadis Nabi Muhammad SAW juga menguatkan pentingnya melaksanakan ibadah qurban. Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan adalah hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.” Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah qurban memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT.

Pandangan Ulama tentang Qurban

Para ulama sepakat bahwa qurban merupakan sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa qurban adalah wajib bagi mereka yang mampu. Imam Abu Hanifah, misalnya, berpendapat bahwa qurban adalah wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan finansial. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi SAW yang menyebutkan: “Barang siapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Perbedaan pendapat ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah qurban dalam kehidupan seorang Muslim. Terlepas dari status hukumnya, yang jelas adalah bahwa qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Syarat Sah Keutamaan Qurban

Untuk memastikan qurban diterima dan sah menurut syariat Islam, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:

1. Jenis Hewan

Hewan yang dapat dijadikan qurban adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, dan unta. Hewan tersebut harus sehat dan tidak cacat. Hewan yang cacat atau sakit tidak sah dijadikan qurban karena tidak memenuhi syarat kesempurnaan yang diinginkan dalam ibadah ini. Rasulullah SAW bersabda: “Empat macam binatang yang tidak boleh dijadikan qurban: yang buta sebelah matanya dan jelas kebutaannya, yang sakit dan jelas penyakitnya, yang pincang dan jelas pincangnya, dan yang sangat kurus hingga tidak berlemak.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i).

2. Usia Hewan

Hewan qurban harus mencapai usia minimal. Misalnya, kambing harus berusia minimal satu tahun, sapi dua tahun, dan unta lima tahun. Hewan yang belum mencapai usia minimal tidak sah dijadikan qurban karena tidak memenuhi syarat kesempurnaan. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah (hewan yang telah mencapai usia minimal), kecuali jika sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim).

3. Waktu Penyembelihan

Penyembelihan harus dilakukan setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Penyembelihan yang dilakukan sebelum shalat Idul Adha tidak sah dan dianggap sebagai sedekah biasa. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang menyembelih setelah salat dan dua khutbah, maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai sunnah kaum Muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Niat

Qurban harus disertai dengan niat ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat ini harus ada dalam hati saat penyembelihan dilakukan. Tanpa niat yang ikhlas, qurban tidak akan diterima oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Qurban

Melaksanakan qurban memiliki berbagai keutamaan yang dapat dirasakan baik secara individu maupun kolektif. Berikut adalah beberapa keutamaan qurban:

1. Meningkatkan Ketakwaan

Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan qurban, seorang Muslim menunjukkan ketakwaannya dan keinginannya untuk selalu mengikuti perintah-Nya. Qurban juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat iman. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.”

2. Menyucikan Harta

Melaksanakan qurban dapat dianggap sebagai bentuk penyucian harta. Sebagian harta yang digunakan untuk membeli hewan qurban disalurkan untuk kepentingan ibadah, sehingga diharapkan harta yang dimiliki menjadi lebih berkah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 267: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”

3. Mempererat Tali Silaturahmi

Ibadah qurban mengandung unsur sosial yang sangat kuat. Daging hewan qurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan kaum dhuafa, sehingga dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum serta berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim). Dengan membagikan daging qurban, hubungan sosial antar sesama Muslim semakin erat dan harmonis.

4. Meneladani Nabi Ibrahim AS

Pelaksanaan qurban merupakan bentuk penghormatan dan pengingat terhadap ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS. Kisah mereka menjadi teladan bagi umat Muslim dalam menunjukkan ketaatan total kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah As-Saffat ayat 102-107 yang menceritakan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS: “Tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'”

5. Mendapatkan Pahala Berlimpah

Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakan ibadah qurban. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amal yang lebih dicintai Allah pada hari Idul Adha selain menyembelih qurban. Sesungguhnya qurban itu akan datang pada hari kiamat beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah qurban itu akan jatuh di suatu tempat di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berqurban.” (HR. Tirmidzi).

6. Menghilangkan Sifat Kikir

Dengan melaksanakan qurban, seorang Muslim dilatih untuk menghilangkan sifat kikir dan egois. Ibadah ini mengajarkan untuk berbagi rezeki dengan orang lain, terutama dengan mereka yang kurang mampu. Hal ini dapat mengikis sifat materialistis dan menumbuhkan sikap dermawan dalam diri seorang Muslim.

7. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Qurban adalah sunnah Rasulullah SAW yang selalu beliau laksanakan setiap tahunnya. Dengan melaksanakan qurban, seorang Muslim berarti mengikuti jejak dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku, ia akan bersamaku di surga.” (HR. Tirmidzi).

Hikmah Qurban

Selain keutamaan-keutamaan di atas, ibadah qurban juga mengandung berbagai hikmah yang dapat diambil pelajaran oleh umat Muslim. Beberapa hikmah qurban antara lain:

1. Pengingat akan Nilai Pengorbanan

Ibadah qurban mengingatkan kita akan pentingnya nilai pengorbanan dalam kehidupan. Seorang Muslim diajarkan untuk rela berkorban demi kebaikan yang lebih besar, baik dalam bentuk harta, waktu, maupun tenaga. Pengorbanan ini dilakukan dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

2. Pembelajaran tentang Ketaatan

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan pelajaran tentang ketaatan total kepada Allah SWT. Meskipun perintah yang diberikan sangat berat, keduanya tetap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Hal ini menjadi contoh bagi umat Muslim untuk selalu taat kepada perintah Allah SWT dalam segala situasi dan kondisi.

3. Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian

Dengan membagikan daging qurban kepada orang-orang yang membutuhkan, ibadah ini menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Seorang Muslim diajarkan untuk selalu peduli dan berbagi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang berada dalam kesulitan.

4. Melatih Kesabaran

Melaksanakan qurban membutuhkan kesabaran, baik dalam proses pengadaan hewan qurban maupun dalam pelaksanaan penyembelihan. Kesabaran ini merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan melaksanakan qurban, seorang Muslim dilatih untuk selalu sabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

5. Mengajarkan Nilai Kesederhanaan

Ibadah qurban mengajarkan nilai kesederhanaan, di mana seorang Muslim tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsi harta dan harus berbagi dengan orang lain. Dengan demikian, qurban menjadi sarana untuk melatih diri agar tidak terjerumus dalam sikap rakus dan berlebihan.

6. Menanamkan Rasa Syukur

Melalui qurban, seorang Muslim diajarkan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur ini diwujudkan dengan berbagi rezeki kepada orang lain, sehingga nikmat yang diberikan menjadi lebih berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.

Tata Cara Pelaksanaan Qurban

Pelaksanaan qurban harus mengikuti tata cara yang sesuai dengan syariat Islam agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah tata cara pelaksanaan qurban yang harus diperhatikan:

1. Pemilihan Hewan Qurban

Hewan yang akan dijadikan qurban harus dipilih dengan cermat sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Hewan tersebut harus sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal yang ditetapkan.

2. Penyembelihan Hewan Qurban

Penyembelihan hewan qurban harus dilakukan oleh seorang Muslim yang baligh dan berakal, serta mengetahui tata cara penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Penyembelihan dilakukan dengan menyebut nama Allah SWT (Bismillah) dan bertakbir (Allahu Akbar), kemudian memotong urat nadi leher hewan dengan pisau yang tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat dan tidak menyiksa hewan.

3. Pembagian Daging Qurban

Daging hewan qurban harus dibagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk keluarga yang berqurban, satu bagian untuk tetangga dan kerabat, dan satu bagian lagi untuk orang-orang yang membutuhkan (fakir miskin). Pembagian ini dilakukan agar daging qurban dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang dan mempererat tali silaturahmi.

4. Pelaksanaan di Tempat yang Tepat

Penyembelihan hewan qurban sebaiknya dilakukan di tempat yang telah ditentukan, seperti di rumah penyembelihan hewan atau tempat-tempat yang telah disiapkan oleh panitia qurban. Hal ini untuk memastikan bahwa proses penyembelihan berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat.

5. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Selama proses penyembelihan dan pembagian daging qurban, kebersihan dan kesehatan harus dijaga dengan baik. Hal ini untuk memastikan bahwa daging yang dibagikan aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Baca Juga : https://ziswap.com/tata-cara-qurban/

Penutup

Fiqih qurban tidak hanya mengajarkan umat Muslim tentang cara melaksanakan ibadah qurban, tetapi juga menekankan pada nilai-nilai ketaatan, kepedulian sosial, dan ketakwaan. Dengan memahami dan melaksanakan qurban sesuai dengan syariat Islam, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, mensucikan harta, mempererat silaturahmi, serta mendapatkan berbagai keutamaan baik di dunia maupun di akhirat. Ibadah qurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga manifestasi dari pengabdian dan cinta seorang hamba kepada Tuhannya.

Pelaksanaan qurban yang sesuai dengan syariat Islam akan memberikan manfaat yang besar bagi individu dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mempelajari dan memahami fiqih qurban secara mendalam agar dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga ibadah qurban yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua. Aamiin.

Baca juga artikel lainnya melalui link : https://ziswap.com/sedekah-makanan-untuk-panti-asuhan/

Donasi sekarang melalui tombol :

Fiqih qurban menurut Islam,Hukum fiqih qurban,Fiqih qurban dan tata cara,Panduan fiqih qurban,Fiqih qurban idul adha,Fiqih qurban terbaru,Fiqih qurban lengkap,Fiqih qurban sesuai sunnah,Fiqih qurban dan zakat,Fiqih qurban hewan,Fiqih qurban sapi,Fiqih qurban kambing,Fiqih qurban untuk keluarga,Fiqih qurban dalam al-Quran,Fiqih qurban dalam hadits,Fiqih qurban dan sedekah,Fiqih qurban dan aqiqah,Fiqih qurban dan distribusi daging,Fiqih qurban dan fakir miskin,Fiqih qurban bagi anak kecil,Fiqih qurban bagi orang tua,Fiqih qurban di Indonesia,Fiqih qurban internasional,Fiqih qurban dalam sejarah Islam,Fiqih qurban dan doa,Fiqih qurban untuk pemula,Fiqih qurban praktis,Fiqih qurban dan syarat sah,Fiqih qurban dan niat,Fiqih qurban dan keutamaan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamualaikum, Mimin Bisa Bantu Apa? Chat Langsung Ke CS Yuk!